Kamis, 20 Juni 2013

3 Tempat Wisata Paling Unik di DUNIA

Edit Posted by with No comments

5 objek wisata unik di DUNIA


Sudahkah Anda menemukan tempat yang cocok untuk merayakan liburan akhir tahun? Bagi para orang tua ataupun pasangan muda-mudi, liburan adalah waktu yang tepat untuk merekatkan tali kebersamaan, tali kasih dan sayang. Satu hal yang membuat pusing orangtua adalah  ketika anak-anaknya ingin mengisi liburannya jauh dari lingkungan rumah. Dan bagi pasangan muda-mudi, liburan ini adalah salah satu momen yang tepat untuk membuktikan dan saling mengenali satu sama lain.Nah, ada beberapa objek wisata yang memiliki keunikan tersendiri. Kenapa dibilang unik ? karena objek wisata ini bukan menawarkan keindahan dari pantai, pegunungan ataupun lainnya yang biasa seperti objek wisata biasa lainnya. Objek wisata menawarkan pengalaman yang berbeda dari onjek wisata lainnya. Berikut uniknya.com merangkum 5 objek wisata unik di dunia:

1. Dinosaur Provincial Park Center
Didirikan pada tanggal 27 Juni 1955 sebagai bagian dari Tahun ke-50 Yobel Alberta dengan tujuan melindungi fosil. Sipir pertama adalah Roy Fowler (1902-1975), seorang petani dan pemburu fosil amatir. Tujuan wisata unik ini yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO terletak di Alberta, Kanada. Taman ini terkenal sebagai salah satu ditemukannya fosil dinosaurus terbesar di dunia, lebih dari 350.000 wisatawan setiap tahunnya. Tiga puluh sembilan spesies dinosaurus telah ditemukan di taman dan lebih dari 500 spesimen telah dihapus dan dipamerkan di museum-museum di seluruh dunia.


Dinosaur Provincial Park Visitor Centre memamerkan hal yang berhubungan dengan  dinosaurus, fosil, dan geologi dan sejarah alam dari taman. Ada sebuah teater video, laboratorium fosil, dan toko suvenir. Di musim panas objek wisata ini dibuka untuk umum. Kabin John Ware adalah kabin dipulihkan ke-20 awal yang digunakan oleh John Ware, seorang koboi Afrika-Amerika dan tokoh penting dalam sejarah peternakan Alberta. Kabin terletak di dekat pusat pengunjung dan terbuka pada hari pilih di musim panas.

2. Salar de Uyuni 

Salar de Uyuni merupakan danau garam terbesar di dunia luasnya 10.582 km ² atau 4.085 mil persegi. Hal ini terletak di barat daya Bolivia, dekat puncak Andes, 3.650 meter. Mineral utama yang ditemukan di salar adalah garam karang dan gipsum. Karena ukurannya yang besar, halusnya permukaan, dan beberapa hal lainnya menjadikan Salar de Uyuni sebagai target yang ideal untuk pengujian dan kalibrasi instrumen penginderaan jarak jauh satelit yang digunakan untuk mempelajari Bumi.


Sekitar 40.000 tahun yang lalu, danau ini merupakan bagian dari Danau Michin, danau besar di masa prasejarah. Ketika mengering, terdapat dua danau yang tersisa, yakni Danau Poopó dan Uru Uru, serta 2 gurun garam terbesar, Salar de Coipasa dan Salar de Uyuni. Salar de Uyuni diperkirakan mengandung 10 miliar ton garam, yang setiap tahunnya kurang dari 25.000 ton per tahun diekstrak. Setiap November, Salar de Uyuni juga merupakan tempat berkembang biak bagi tiga spesies flamingo Amerika Selatan: Chili, James dan Andes flamingoes.

3. Chocolate Hills  Bohol, Filipina
 Chocolate Hills merupakan atraksi wisata paling terkenal di Bohol. Salah satu tempat wisata populer saat ini, menduduki peringkat nomor 6 dalam daftar Tujuh Keajaiban Baru dunia. Chocolate Hills terdiri dari sekitar 1.268 hamparan rumput kering berbentuk kerucut-membukit dengan ketinggian berkisar 40-120 meter. The Chocolate Hills adalah keajaiban alam,  karenanya The Hills dikenal sebagai Monumen Geologi Nasional Filipina. Tempat ini diberi nama bukit cokelat karena, ketika musim panas tiba akan memiliki bentuk kubah, rumput-tertutup bukit kapur mengering dan sehingga daratan tersebut berubah warnanya menjadi cokelat. Diduga tidak ada pembentukan alam seperti ini di belahan dunia lainya. Dari kejauhan, mereka tampak seperti setengah bola tumbuh dari tanah. The sarang tikus mondok berbentuk dan berukuran hampir seragam dot perbukitan dengan pemandangan hijau dan cokelat.


Vegetasi dari Chocolate Hills didominasi oleh spesies rumput keras seperti Imperata cylindrica danSaccharum spontaneum. Beberapa Compositae dan pakis juga tumbuh disini. Di antara bukit-bukit, tanah datar yang ditanami dengan padi dan tanaman lain. Namun, vegetasi alami pada Chocolate Hills sekarang terancam oleh kegiatan penggalian. Tidak adanya batuan vulkanik yang terpapar atau berhubungan di mana saja di Chocolate Hills membantah teori popular tentang letusan gunung berapi. Teori-teori tentang, pergeseran geologis besar, terumbu karang yang meletus dari laut, atau gerakan pasang surut kurangnya bukti berkolaborasi dan dukungan di antara ahli geolog.



0 komentar:

Posting Komentar